Hubungan Antara Teori Sastra, Sejarah Sastra, dan Kritik
Sastra
Dalam konsep sastra ketiga aspek tersebut sangat erat
kaitannya, khususnya dalam pembelajaran sastra. Dalam mempelajari sastra kita
dituntut mempelajari teori sastra terlebih dahulu, yang mencakup hakikat
sastra, unsur sastra, dan penilaian terhadap karya sastra agar kita dapat
mempelajari sastra sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dituntut secara
rasional. teori sastra membahas secara
rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra, baik konvensi bahasa yang
meliputi makna, gaya, struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang
meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan lainnya yang membangun
keutuhan sebuah karya sastra. Di sisi lain, kritik sastra merupakan ilmu sastra
yang mengkaji, menelaah, mengulas, memberi pertimbangan, serta memberikan
penilaian tentang keunggulan dan kelemahan atau kekurangan karya sastra.
Sasaran kerja kritikus sastra
Selanjutnya sejarah sastra sejarah sastra yaitu satu cabang
ilmu sastra yang mempelajari tentang perkembangan sastra sejak awal sampai
sekarang, yang merupakan kebenaran dari suatu karya sastra, karena jika suatu
sastra memiliki sejarah yang jelas dan bukti yang kuat, maka karya sastra
tersebut dapat diakui kebenarannya. Sejarah sastra adalah bagian dari ilmu
sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu, periode ke
periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya bangsa.
Perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah,
suatu kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para
peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau
persamaan-persamaan karya sastra pada periode-periode tertentu
Hubungan kritik sastra dengan pembelajaran karya sastra
yaitu satu cabang ilmu sastra yang menilai tentang baik buruknya indah tidaknya
suatu karya sastra. dimana kita menilai tentang bobot yang dimiliki suatu karya
sastra, baik itu penilaian mengenai keindahan, kelebihan, kekurangan dll,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar