HAKEKAT BAHASA
Pengertian bahasa
Sebagai etimologi, sitilah berasal dari
bahasa Latin lingua. Dalam bahasa
itali “bahasa” disebut linguaggio dan
lingua, bahasa perancis menyebut
”bahasa” sebagai language dan langue, dalam bahasa spnyol “bahasa”
disebut dengan lengua dan disebut
dengan language dalam bahasa inggris.
Penyebutan “bahasa” terdiri dari dua konsep
utama dalam kajian linguistik yaitu penyebutan bahasa secara umum (bersifat
koloquel) seperti langage (bahasa
Prancis), linguaggio (bahasa Itali)
dan juga penyebutannya bahasa pada
bahasa tertentu atau suatu sistem linguistik tertentu langue (dalam bahasa Prancis),
lingua (bahasa Itali), dan lengua
(bahasa Spanyol). Akan tetapi, language dalam bahasa inggris dapat digunakan
untuk ,menanamkan bahasa secara umum atau
digunakan untuk menyebut atau bahasa tertentu, demikian halnya dengan istilah
“bahasa” dalam bahasa indonesia.
Bahasa sebagai sebuah system lambang bunyi
yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk
bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri Kridalaksana ( 1993:21 ).
B.
Hakikat Bahasa
Pakar linguistik telah merumuskan banyak
hal tentang hakikat bahasa, rumusan rumusan tersebut jika dibutirkan akan
menghasilkan sejumlah ciri atau sifat yang merupakan hakikat bahasa. Sifat-sifat
tersebut pula yang telah didefinisikan oleh pakar-pakar liguistik diatas dalam
menemukan berbagai sifat-sifat bahasa.
1.
Bahasa itu sistematik
Sistematik berarti beraturan atau berpola. Dalam hal bunyi, tidak
sembarangan bunyi bisa dipakai sebagai suatu symbol dari suatu rujukan dalam
berbahasa.
Contoh dari tataran fonologi dalam bahasa Indonesia terdapat satu buag
bunyi bermakna.
2.
Bahasa itu manasuka (Arbiter)
Manasuka atau arbiter adalah acak, bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata
adalah symbol dalam bahasa, sebuah kata dapat muncul tanpa hubungan logis
dengan yang disimbolkannnya. Orang Minahasa menamai beras dengan sebutan kan, itu terserah komunitas orang
Minahasa, biarlah orang jawa menanamkannya sego,
atau orang Ranau disumatra Selatan menyebutnya mi. Bukti-bukti diatas menjadi bukti bahwa bahasa memiliki sifat
arbiter, manasuka, atau acak semuanya. Pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini
benar-benar sangat bergantung pada konvensi atau kesepakatan pemakai bahasa
suatu bahasa.
3.
Bahasa itu bunyi
Bahasa mewujud dalam bentuk bunyi. Kemajuan teknologi dan perkembangan
kecerdasan manusia memang telah melahirkan bahasa dalam wujud tulis, tetapi
system tulis tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa.
4.
Bahasa
itu simbol
Symbol adalah lambang sesuatu, bahasa juga adalah lambang sesuatu.
Titik-titik air yang jatuh dari langit diberi symbol dengan dengan bahasa denag
bunyi tertentu. Bunyi tersebut jika ditulis adalah hujan. Hujan adalah symbol
linguisticyang bisa disebut kata untuk melambangkan titik-titiktitik air yang
jatuh dari langit itu.
5.
Bahasa itu mengacu pada dirinya.
Bunyi-bunyi yang digunakan manusia bisa digunakan untuk menganalisis
bunyi itu sendiri. Dalam istilah linguistic, kondisi seperti itu disebut dengan
metalaguange, yaitu bahasa bisa dipakai untuk membicarakan itu sendiri.
6.
Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu manusiawi dalam artian bahwa itu adalah kekayaan yang hanya
dimiliki umat manusiawi. Manusialah yang berbahasa sedangkan hewan dan tumbuhan
tidak.
7.
Bahasa itu komunikasi
Fungsi
terpenting bahasa adalah komunikasi dan interaksi. Komunikasi mencakup makna
mengungkapkan dan menerima pesan, caranya bisa dengan bebicara, mendengar,
menulis, atau membaca. Komunikasi tidak hanya berlangsung antar manusia yang
hidup pada satu jaman, komunikasi itu bisa dilakukan antar manusia pada jaman
yang hidup pada jaman yang berbeda, tentu saja meskipun hanya satu arah,
contohnya nabi Muhammad SAW telah meninggal beberapa ratus tahun silam, tetapi
ajaran-ajarannya telah berhasil dikomunikasikan kepadaumat manusia pada masa
sekarang.
C.
Cikal bakal bahasa indonesia
Bahasa indonesia secara resmi diakui
sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakanusulan dari Muhammad Yamin,
seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres
Nasional kedua di jakarta, Yaman mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa
depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua
bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan
Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan
menjadi bahasa pergaulan atau bahasa”.
Bahasa melayu terus mengalami perkembangan
pesat disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu ;
1). Bahasa kebudayaan yang berisi
aturan-aturan hidup dan bahasa sastra.
2). Bahasa perhubungan antarsuku di
Indonesia.
3). Bahasa perdagangan.
4). Bahasa resmi kerajaan.
Akibat
jangkauan pemakaian yang luas dan meneriman berbagai unsur serapan dari bahasa
lain, bahasa Melayu berkembang sangat pesat, sehingga berbentuk menajdi bahasa
modern, dan diikrarkan dalam sumpah pemuda menjadi bahasa indonesia pada
tanggal 28 Oktober 1928. Ditinjau dari leskikologi bahasa ini mengalami
pertumbuhan kosakata yang sangat banyak, namun tetap stabil dari segi struktur.
Sumber : Chaer,
Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar