SEHAH 1640605017
1. Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa?
Jenis
komunikasi ini kebanyakan ditemukan pada anjing. Ketika marah, anjing akan
menyeringai dan menegakkan telinganya.
Sebaliknya
saat takut, mereka akan menarik telinganya ke belakang dan membuka mulut.
Pada burung,
ketika induk burung membawa makanan untuk anak-anaknya, ‘ekspresi meminta’ bisa
diamati pada wajah anak-anak burung tersebut.
Simpanse
menggunakan gerak bibir, pipi, dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu
sama lain.
A. Gerakan
dan Bahasa Tubuh
Komunikasi
melalui gerakan dan bahasa tubuh umum digunakan tidak hanya pada hewan,
melainkan juga manusia.
Meskipun
menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, manusia menggunakan pula gerakan dan
bahasa tubuh saat berkomunikasi.
Lebah madu
adalah makhluk yang menggunakan sejenis tarian sebagai cara berkomunikasi.
Beberapa
lebah menari di sekitar sarang sehingga lebah lain mendapatkan sinyal dimana
lokasi sarang madu berada.
Rusa akan
mengibaskan ekornya untuk memperingatkan rusa yang lain pada bahaya yang akan
datang.
Gorila
menjulurkan lidahnya untuk mengekspresikan kemarahan.
Saat kucing
mengarahkan telinga ke depan, ini menunjukkan keramahan dan perhatian.
Namun ketika
telinganya tegak dan sedikit kebelakang, kucing tersebut berusaha
memperingatkan kucing lain akan adanya bahaya.
Jika kucing
menarik tubuhnya, maka dia sedang merasa percaya diri dan siap untuk menyerang.
B. Bau dan
Sinyal
Banyak hewan
berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk
menyampaikan pesan.
Serigala,
rusa, dan serangga, umumnya menggunakan jenis komunikasi ini.
Bahkan amuba
pun perlu berkomunikasi. Cara berkomunikasi amuba adalah dengan melepaskan zat
kimia.
Hewan
menggunakan jenis komunikasi ini sebagai cara menarik pasangan untuk bereproduksi.
Oleh karena
itu, komunikasi juga penting dalam proses reproduksi.
‘Sinyal
akustik’, sejenis sinyal suara biasanya dikaitkan dengan monyet vervet.
Mereka
memiliki bahasa yang sebenarnya mengandung tiga kata yaitu ular, elang, dan
macan tutul, untuk memperingatkan vervet lainnya akan adanya bahaya dari
masing-masing ketiga ancaman tersebut.
Ada pula
sinyal elektrik yang biasa digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan
lainnya.
Hewan-hewan
ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.
C. Sentuhan
Untuk
mengungkapkan perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama
lain.
Simpanse
pendatang baru akan meletakkan tangannya di mulut simpanse kepala untuk
mengkonfirmasi masuknya dirinya dalam komunitas tersebut.
Selanjutnya
proses ini juga berlaku sebaliknya, simpanse kepala akan memberi jaminan
keselamatan bagi pendatang baru.
Simpanse
bahkan memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapan kasih sayang.
Kucing,
badak, dan hewan lainnya saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.
Gajah saling
mengaitkan belalainya sebagai bentuk komunikasi yang lebih dekat. Rusa jantan
saling mengunci tanduknya dan berkelahi untuk menunjukkan dominasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar