Senin, 27 Februari 2017

KOMUNIKASI HEWAN



SEHAH 1640605017

1.  Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa?

Jenis komunikasi ini kebanyakan ditemukan pada anjing. Ketika marah, anjing akan menyeringai dan menegakkan telinganya.
Sebaliknya saat takut, mereka akan menarik telinganya ke belakang dan membuka mulut.
Pada burung, ketika induk burung membawa makanan untuk anak-anaknya, ‘ekspresi meminta’ bisa diamati pada wajah anak-anak burung tersebut.
Simpanse menggunakan gerak bibir, pipi, dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu sama lain.
A. Gerakan dan Bahasa Tubuh
Komunikasi melalui gerakan dan bahasa tubuh umum digunakan tidak hanya pada hewan, melainkan juga manusia.
Meskipun menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, manusia menggunakan pula gerakan dan bahasa tubuh saat berkomunikasi.
Lebah madu adalah makhluk yang menggunakan sejenis tarian sebagai cara berkomunikasi.
Beberapa lebah menari di sekitar sarang sehingga lebah lain mendapatkan sinyal dimana lokasi sarang madu berada.
Rusa akan mengibaskan ekornya untuk memperingatkan rusa yang lain pada bahaya yang akan datang.
Gorila menjulurkan lidahnya untuk mengekspresikan kemarahan.
Saat kucing mengarahkan telinga ke depan, ini menunjukkan keramahan dan perhatian.
Namun ketika telinganya tegak dan sedikit kebelakang, kucing tersebut berusaha memperingatkan kucing lain akan adanya bahaya.
Jika kucing menarik tubuhnya, maka dia sedang merasa percaya diri dan siap untuk menyerang.
B. Bau dan Sinyal
Banyak hewan berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan.
Serigala, rusa, dan serangga, umumnya menggunakan jenis komunikasi ini.
Bahkan amuba pun perlu berkomunikasi. Cara berkomunikasi amuba adalah dengan melepaskan zat kimia.
Hewan menggunakan jenis komunikasi ini sebagai cara menarik pasangan untuk bereproduksi.
Oleh karena itu, komunikasi juga penting dalam proses reproduksi.
‘Sinyal akustik’, sejenis sinyal suara biasanya dikaitkan dengan monyet vervet.
Mereka memiliki bahasa yang sebenarnya mengandung tiga kata yaitu ular, elang, dan macan tutul, untuk memperingatkan vervet lainnya akan adanya bahaya dari masing-masing ketiga ancaman tersebut.
Ada pula sinyal elektrik yang biasa digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya.
Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.
C. Sentuhan
Untuk mengungkapkan perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain.
Simpanse pendatang baru akan meletakkan tangannya di mulut simpanse kepala untuk mengkonfirmasi masuknya dirinya dalam komunitas tersebut.
Selanjutnya proses ini juga berlaku sebaliknya, simpanse kepala akan memberi jaminan keselamatan bagi pendatang baru.
Simpanse bahkan memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapan kasih sayang.
Kucing, badak, dan hewan lainnya saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang.
Gajah saling mengaitkan belalainya sebagai bentuk komunikasi yang lebih dekat. Rusa jantan saling mengunci tanduknya dan berkelahi untuk menunjukkan dominasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar