Senin, 20 Maret 2017

SEJARAH PERKEMBANG BAHASA INDONESIA



Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timmor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau ( wikayah kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja dilingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata bau, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.
messkipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90%  warga indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. sebagian besar warga indonesia menggunakan salah satu dari 784 bahasa yang ada di indonesia sebagai bahasa ibu. penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, seurat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.


Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.










Tahap-tahap Kongres Pemuda

1. Konggres Bahasa Indonesia I (Pertama) 
Konggres bahasa Indonesia yang pertama dilaksanakan di kota Solo, Jawa Tengah yakni pada tanggal 25-28 Juni tahun 1938. Konggres pertama ini menghasilkan kesimpulan yang intinya usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia pada waktu itu. 

Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatangani Undang-Undang Dasar 1945, yang pada pasal 36 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Diresmikannya penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya, peresmian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 1947.

2. Konggres Bahasa Indonesia II 
Konggres bahasa Indonesia yang ke dua dilaksanakan di kota Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 1954. Konggres bahasa Indonesia ke dua ini merupakan sebuah perwujudan tekad yang kuat dari bangsa Indonesia untuk terus dan terus menyempurnakan bahasa Indonesia yang dijadikan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. 

Presiden H.M Soeharto yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1972, meresmikan penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) melalui sarana pidato kenegaraan pada sidang DPR yang dikokohkan dengan adanya Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Agustus 1972, menetapkan Pedoman Umum Bahasa Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).

3. Konggres Bahasa Indonesia III 
Konggres bahasa Indonesia ke tiga dilaksanakan di ibu kota Jakarta, pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 November 1978. kesimpulan pada konggres bahasa yang ketiga ini adalah memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 yang memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928 dan berusaha terus untuk memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

4. Konggres Bahasa Indonesia IV 
Konggres bahasa Indonesia ke empat diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 21 smpai tanggal 26 November 1983. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang ke-55 disebutkan dalam keputusannya bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam GBHN, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tercapai semaksimal mungkin.

5. Konggres Bahasa Indonesia V 
Konggres bahasa Indonesia yang ke lima dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 27 Oktober smpai 3 November 1988. Konggres bahasa yang ke lima ini dihadiri oleh tujuh ratusan pakar bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hadir juga dari tamu undangan yakni perwakilan dari negara Malaysia, Brunei Darusalam, Sinmgapura, Belanda, Jerman, dan Australia. 

Pada konggres ini dipersembahkan pula sebuah karya besar dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di bumi Nusantara, yakni sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

6. Konggres Bhasa Indonesia VI 
Konggres bahasa Indonesia yang ke enam dilaksanakan di Jakrta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1993. sebanyak 770 peserta dari Indonesia hadir dalam konggres bahasa ke enam ini, tidak ketinggalan 53 peserta dari berbagai negara juga ikut sebagai tamu, yakni negara Brunai Darusalam, Australia, Jepang, Rusia, Hongkong, India, Jerman, Singapura, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kesimpulan dari konggres ini adalah pengusulan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

7. Konggres Bahasa Indonesia Ke VII 
Konggres bahasa Indonesia ke tujuh dilaksanakan di Hotel Indonesia, Jakarta, yakni pada tanggal 26-30 Oktober 1998. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke tujuh ini ialah mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa Indonesia.

8. Konggres Bahasa Indonesia ke VIII 
Konggres bahasa Indonesia ke Delapan diselenggarakan di jakarta, yakni pada tanggal 14 samapi 17 Oktober 2003. Pada konggres bahasa kali ini para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia menyimpulkan bahwa berdasarkan Konggres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni bahasa Indonesia, maka bulan Oktober dijadikan bulan bahasa. Agenda pada bulan bahasa adalah berlangsungnya seminar bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan bahasa Indonesia.

9. Konggres Bahasa Indonesia IX 
Konggres bahasa Indonesia ke sembilan dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2008. Konggres ini juga memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa. Dicanangkannya tahun 2008 sebagai tahun Bahasa, maka disepanjang tahun 2008 diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan. dan sebagai puncaknya dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan konggres bahasa Indonesia ke IX. 

Konggres ini membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Konggres bahasa ini berskala internasional yang menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri. Pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam konggres bahasa Indonesia ke IX ini.

10. Konggres Bahasa Indonesia ke X 
Konggres bahasa Indonesia yang ke sepuluh dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 31 Oktober 2013. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke sepuluh ini ialah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah. Rekomendasi tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta paparan enam makalah pleno tunggal, di antaranya 16 makalah sidang pleno panel, 104 makalah sidang kelompok yang tergabung dalam delapan topik diskusi panel, dan diskusi yang berkembang selama persidangan.

Itulah kesimpulan-kesimpulan dari adanya Konggres Bahasa Indonesia dari pertama sampai konggres yang ke X. Konggres-konggres tersebut didasarkan akan kecintaan dan kebanggaan orang Indonesia yang mampu mengembangkan dan memiliki bahasa negara dan bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.


SUMBER DARI:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar